Artikel

Don't Wanna Lose You

Penulis:

Ust. Fahmi Hadi Shalehuddin

10 April, 2025

Blog tailwind page

        Dengan rahmat dan kekuasaan Allah ﷻ, penyu itu hidup di laut tapi bertelur di darat. Setelah selesai bertelur seekor induk penyu mengubur telur-telurnya lalu kembali ke lautan. Induk penyu tidak mengerami telurnya seperti ayam. Jika telur penyu menetas, maka bayi penyu keluar meninggalkan cangkangnya. Ia bergegas berjalan menuju lautan, kemudian berenang di lautan lepas dan menemukan makanannya sendiri tanpa diajari oleh siapapun. Mereka mampu melakukannya hingga bisa hidup sampai dewasa. Bagaimana bisa bayi yang baru lahir mengetahui apa yang harus dilakukannya? Siapa yang menunjukkan jalan ke laut? Berbagai macam pertanyaan seperti itu akan muncul, mengapa begini mengapa begitu. Mengapa demikian, pasti ia punya petunjuk, karena tanpa petunjuk, mustahil bisa benar. Tanpa petunjuk bisa saja bayi penyu itu malah berjalan menjauhi laut, sehingga memadharatkan dan binasa. Tentu saja ia melakukannya berdasarkan petunjuk. Hidayah (petunjuk)-nya itu adalah hidayatul hawas (naluri), dan petunjuk tersebut cukup bagi seekor bayi penyu untuk selamat dan bahagia berenang di laut lepas sebagai tempat hidupnya. Demikian juga dengan semua binatang, meskipun sebagian ada yang diajari dan dibimbing induknya. Bukan hanya makhluk hidup, benda mati pun diberi petunjuk dan pedoman. Matahari, bulan, air, api, dan sebagainya semuanya tunduk kepada petunjuk dan pedoman dari Allah ﷻ bagi mereka. Allah ﷻ berfirman:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ  ۚ وَإِنْ مِّنْ شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِۦ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ  ۗ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

"Langit yang tujuh lapis, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih (tunduk) kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun." Q.S. Al-Isra' (17) : Ayat 44

تَكَادُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِن فَوْقِهِنَّ ۚ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَن فِى ٱلْأَرْضِ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang. Q.S. Ash-Shura(42) : ayat 5

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلطَّيْرُ صَٰٓفَّٰتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُۥ وَتَسْبِيحَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah itu, kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbih mereka, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Q.S. An-Nur (24) : ayat 41

        Ayat-ayat di atas menerangkan bahwa seluruh yang ada di langit dan di bumi diberi petunjuk dan pedoman oleh Allah ﷻ dan semuanya tunduk. Bagaimana dengan manusia, apakah juga memerlukan semua itu dalam hidup mereka? Tentu saja. Apalagi manusia yang bukan hanya hidup di dunia, tapi sampai ke akhirat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata,"Rasulullah ﷺ bersabda,'Kita (umat Muhammad) adalah yang terakhir (datang ke dunia), tetapi yang terdahulu (diadili) pada hari kiamat. Kita adalah yang paling dahulu masuk surga.'" H.R. Muttafaq alaih (Albukhari, no. 2376 & Muslim, no. 1413)

        Bagaimana manusia bisa tahu cara hidup yang benar tanpa petunjuk dan pedoman dari Allah ﷻ. Allah ﷻ juga memberi naluri/rasa kepada manusia sebagai pedoman, namun bagi manusia hidup hanya berpegang kepada rasa itu masih sangat jauh dari benar. Kemudian Allah ﷻmemberi akal yang kedudukannya lebih tinggi dari rasa. Namun kemampuan akal manusia sangat amat terbatas dan rendah. Dengan mengandalkan akal atau kecerdasan pun manusia masih sangat jauh dari benar. Allah ﷻ menurunkan agama (ilmu) melalui para nabi-Nya yang isinya adalah petunjuk dan pedoman bagi hidup manusia. Bukan hanya untuk jadi petunjuk dan pedoman hidup di dunia, akan tetapi hingga ke akhirat. Barangsiapa mengikuti dan mengamalkannya pasti benar. Allah ﷻ berfirman:

قَالَ لَئِن لَّمۡ يَهۡدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلضَّآلِّينَ

"(Nabi Ibrahim AS) berkata,"Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat."" (QS. Al-An'am (6) : Ayat 77)

        Allah ﷻ berjanji dan menjamin orang yang mengikuti hidayah (petunjuk) dan pedoman ilmu dari-Nya, pasti selamat dan bahagia di dunia dan akhirat. Tidak sedikit manusia yang tidak mau menerima agama Islam (ilmu). Mereka lebih memilih agama lain buatan manusia sendiri, atau agama-agama dari Allah sebelum Islam yang sudah tidak berlaku dan mengalami banyak perubahan. Mereka menentukan cara hidup sendiri dengan membuat teori-teori dan aturan hidup bagi manusia. Semuanya tidak berdasarkan ilmu dari Allah, tapi hanya berdasarkan rasa dan akal, maka semuanya pasti jauh dari benar!

        Tidak aneh kalau teori-teori tentang hidup dan aturan yang dimunculkan oleh manusia itu sering berubah-ubah. Rasa dan akal manusia dalam membuat teori dan aturan hidup itu sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Suasana hati, lingkungan sekitar, dan lain-lain sangat berpengaruh. Bagaimana seseorang menanggapi dan menyikapi satu masalah, tidaklah sama ketika hatinya gembira dengan ketika hatinya sedih. Demikian juga dengan cara berpikirnya. Berarti rasa dan akal itu sangat lemah untuk dijadikan petunjuk dan pedoman.

        Yang aneh adalah, banyak sekali orang Islam yang tidak mengikuti dan menjalankan agamanya sendiri. Ketika melakukan sesuatu. Mereka malah mengikuti teori-teori yang dibuat oleh orang-orang kafir, orang-orang yang menolak dan mengingkari agama Islam. Lebih parahnya lagi orang-orang Islam merasa mendapat ilmu tentang hidup yang benar dari mereka. Dengan mengikuti mereka orang Islam merasa maju, modern, dan hebat dibandingkan dengan orang Islam yang teguh terhadap agamanya sendiri. Padahal hakikatnya orang-orang kafir itu orang yang selama hidupnya dimurkai dan dilaknat oleh Allah ﷻ, dan di akhirat nanti mereka dipastikan masuk neraka dan abadi. Agamanya Islam, tetapi hidupnya mengikuti cara hidup orang kafir, hal ini telah disabdakan oleh Rasulullah ﷺ pada hadis berikut.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ.

Dari Abu Sa'id Al Khudzri radhiyallahu anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,"Sungguh, kalian (umat Islam) akan mengikuti cara-cara hidup orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga kalaulah mereka masuk liang biawak, niscaya kalian mengikuti mereka.' Kami bertanya,'Wahai Rasulullah, Yahudi dan nasranikah?' Beliau menjawab,'Siapa lagi kalau bukan mereka?'" H.R. Muttafaq alaih (Albukhari, no. 6755 & Muslim, no. 4822

        Nabi ﷺ telah menyatakan bahwa orang Islam akan mengikuti cara-cara hidup orang kafir. Berarti mereka meninggalkan cara hidup berdasarkan petunjuk dan pedoman dari Allah. Padahal orang kafir itu adalah orang-orang sesat. Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ قَدۡ ضَلُّواْ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya." Q.S. An-Nisa (4) : Ayat 167

        Kemudian beliau memberikan kiasan dengan memasuki lubang biawak untuk masuk neraka. Artinya orang Islam yang mengikuti cara-cara hidup mereka pasti ikut tersesat dan ikut masuk neraka karena orang-kafir itu pasti masuk neraka. Maka, sungguh beruntung orang-orang Islam yang mendapat hidayah yaitu orang Islam yang mendapat ilmu tentang Islam dan teguh pendirian mengikuti dan menaatinya. Namun demikian, jika tidak dijaga, dipelihara, dan dipertahankan, hidayah yang telah berada di genggamannya ini bisa lepas dan hilang.

        Kehilangan ilmu Islam berarti kembali hanya mengikuti dan berpegang rasa dan akal seperti orang kafir. Lepas dari petunjuk dan pegangan dari Allah ﷻ berarti kembali tersesat setalah berada di jalan yang benar. Allah ﷻ mengajarkan satu doa kepada orang Islam agar tidak kehilangan hidayah setelah mendapatkannya. Allah ﷻ berfirman:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً  ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat (kasih sayang) dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." Q.S. Ali 'Imran (3) : Ayat 8

        Penyebab utama seseorang kehilangan hidayah adalah tali pengikatnya yang melemah, yaitu iman. Intinya adalah, tidak ada satu pun manusia yang benar kecuali setelah berpegang dan mengamalkan kepada petunjuk dan pedoman dari Allah ﷻ, karena Allah ﷻ itu Maha Adil (selalu benar, tidak pernah salah)!!!

Baca Juga Artikel Lainnya

blogs tailwind section
13 April, 2025

It's Up To You.. (Menyikapi Ilmu)

Begitu banyak macam ilmu yang ada di dunia dan terbagi menjadi banyak cabang. Secara garis besar ilmu itu..

Read more..
blogs tailwind section
11 April, 2025

Dumb and Dumber

Di berbagai belahan dunia terdapat banyak keyakinan tentang tuhan. Dasar manusia memang bodoh..

Read more..
blogs tailwind section
10 April, 2025

Don't Wanna Lose You

Dengan rahmat dan kekuasaan Allah ﷻ, penyu itu hidup di laut tapi bertelur di darat. Setelah selesai bertelur..

Read more..
blogs tailwind section
5 April, 2025

Shoot Off Your Mouth

Beragam jenis fauna yang ada di dunia ini, dari yang terkecil hingga yang terbesar. Terdapat ribuan spesies..

Read more..