Artikel

Shoot Off Your Mouth

Penulis:

Ust. Fahmi Hadi Shalehuddin

5 April, 2025

Blog tailwind page

        Beragam jenis fauna yang ada di dunia ini, dari yang terkecil hingga yang terbesar. Terdapat ribuan spesies. Satu spesiesnya pun terdiri dari banyak jenisnya. Semuanya memiliki bentuk, karakter, dan lain-lain yang berbeda-beda. Ada yang dikategorikan sebagai mamalia, reptil, serangga, dan lain lain. Ada yang yang hidupnya berkoloni ada yang soliter, dan lain sebagainya. Semuanya memiliki keunikan tersendiri. Sesungguhnya semuanya ajaib, semuanya sempurna sebagai makhluk ciptaan Allah. Ada binatang yang bersuara ada juga yang tidak. Suara yang dimiliki oleh setiap jenis binatang itu disesuaikan oleh Allah dengan bentuk dan karakternya masing-masing. Semua binatang itu hanya bersuara, tidak ada satu pun binatang yang bisa bicara. Dari semua makhluk yang nampak di bumi ini hanya manusia yang bisa berbicara.

        Bicara bagi manusia adalah amal dan setiap amal akan dihisab. Bahkan Bicara adalah amal yang paling banyak dilakukan oleh manusia dibandingkan amal manapun. Allah menetapkan aturan bagi manusia tentang berbicara. Jika Allah menetapkan aturan atau ketentuan tentang sesuatu berarti itu adalah ibadah, di mana terhadap ibadah itu ada yang melaksanakan (taat) melanggar (maksiat). Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,"

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ  ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

"niscaya Allah akan memperbaiki (membereskan) amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia meraih kemenangan (keseuksesan) dengan kemenangan yang agung." Q.S. Al-Ahzab (33): Ayat 70-71

        Jika menaati (melaksanakan) perintah Allah pada ayat di atas yaitu bertakwa dan bicara yang baik dan benar, pasti balasan dari Allah akan didapat karena setiap amalan yang dilakukan karena taat itu pasti diberi balasan (pahala). Balasannya yaitu seluruh amal pasti dibereskan, amalan-amalan menjadi baik dan benar. Satu hal lagi yang pasti didapatkan adalah diampuni dosa. Sungguh, orang yang amalannya baik dan benar serta seluruh diampuni, benar-benar menjadi orang sukses besar!!!
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun menerangkan akibat dan balasan dari berbicara, apakah yang baik ataupun yang buruk. Beliau menerangkan hal tersebut pada hadis di bawah ini.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ.

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda,"Sungguh, seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat yang diridhai Allah, suatu perkataan yang bahkan ia tidak menyadarinya, namun dengannya Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh, seorang hamba mengucapkan sebuah perkataan yang dibenci oleh Allah, suatu kalimat yang bahkan ia tidak menyadarinya, namun dengannya Allah melemparkannya ke dalam neraka." H.R. Albukhari, no. 5997

        Ucapan yang baik meskipun hanya satu kata, terutama kalau sudah terbiasa (menjadi akhlak) akan meninggikan derajat atau kemuliaan seseorang. Sementara ucapan yang buruk meskipun hanya satu kata, akan menyeretnya ke dalam neraka, apalagi kalau sudah menjadi akhlak. Di dalam hadis lain beliau bersabda.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سُخْطِ اللَّهِ لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا فَيَهْوِي بِهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ سَبْعِينَ خَرِيفًا.

Dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, salah seorang dari kalian mengucapkan suatu ucapan yang dimurkai oleh Allah, namun ia tidak menganggapnya sebagai dosa, hingga dengannya ucapan tersebut ia jatuh ke dalam neraka Jahannam selama tujuh puluh tahun." H.R. Ibnu Majah, no. 3960

        Dalam bahasa indonesia ada satu peribahasa yang berbunyi 'Mulutmu Harimaumu'. Peribahasa tersebut dimaksudkan bagi orang yang mendapatkan akibat yang buruk dari ucapannya yang buruk. Ucapan yang buruk itu benar-benar malapetaka, mencelakakan, bahkan membinasakan. Malapetaka dari ucapan yang dimaksud oleh peribahasa di atas itu untuk keburukan yang diterima di dunia. Menurut ajaran Islam malapetaka atau lebih tepatnya azab dari Allah bukan hanya di dunia, azab yang lebih berat dan teramat berat adalah di siksa neraka. Satu kali saja bicara dengan ucapan yang Allah tidak suka, Allah akan membalasnya dengan azab di neraka selama tujuh puluh tahun. Bagaimana dengan orang yang setiap harinya terbiasa berkata kasar dan buruk karena sudah menjadi akhlak? Berapa kali dia melakukannya dalam sehari? Seumur hidupnya berkata yang buruk bisa jadi jutaan kali. Maka jika dijumlahkan, sekian kali dikalikan tujuh puluh tahun. Sekian lama lah ia di neraka karena dosa bicaranya saja. Belum lagi ditambah dengan dosa lainnya, yang pasti untuk satu dosa kecil pun tidak ada siksaan yang ringan dan dalam waktu sebentar. Na'udzu billah.

        Bagi orang-orang yang beriman, selain diperintah oleh Allah untuk bertakwa dan berbicara yang baik dan benar, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk berbicara yang baik atau diam jika tidak bisa berbicara dengan perkataan yang baik. Pantaslah demikian mengingat akibat buruk atau azab dari ucapan yang buruk itu ternyata sangat amat berat, dan juga bicara itu amalan yang paling banyak dilakukan seseorang setiap harinya. Beliau bersabda

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata,"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,'Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir (akhirat) hendaknya ia berkata yang baik atau diam, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya." H.R. Muttafaq alaih, (Albukhari, no. 5994 & Muslim, no. 3255)

        Imam Albukhari memasukkan hadis di atas dalam Kitabur Riqaq (hal-hal yang melunakkan hati). Maksud imam Albukhari adalah bicara yang baik atau diam jika tidak bisa adalah hal yang bisa melembutkan hati. Dan kelembutan hati itu adalah syarat agar mudah dan terbukanya hati untuk Islam masuk. Dengan memiliki kelembutan hati, dengan Islam yang mendarah daging di dalam diri, pasti akan terasa nikmat menjadi seorang muslim!!!

Baca Juga Artikel Lainnya

blogs tailwind section
13 April, 2025

It's Up To You.. (Menyikapi Ilmu)

Begitu banyak macam ilmu yang ada di dunia dan terbagi menjadi banyak cabang. Secara garis besar ilmu itu..

Read more..
blogs tailwind section
11 April, 2025

Dumb and Dumber

Di berbagai belahan dunia terdapat banyak keyakinan tentang tuhan. Dasar manusia memang bodoh..

Read more..
blogs tailwind section
10 April, 2025

Don't Wanna Lose You

Dengan rahmat dan kekuasaan Allah ﷻ, penyu itu hidup di laut tapi bertelur di darat. Setelah selesai bertelur..

Read more..
blogs tailwind section
5 April, 2025

Shoot Off Your Mouth

Beragam jenis fauna yang ada di dunia ini, dari yang terkecil hingga yang terbesar. Terdapat ribuan spesies..

Read more..