Penulis:
Ust. Fahmi Hadi Shalehuddin
16 Maret, 2025
Orang-orang kafir di zaman Rasulullah ﷺ sering mengejek beliau tentang hari kiamat tatkala beliau menerangkannya. Mereka tidak percaya semua yang disampaikan oleh beliau dan mengatakan bahwa beliau itu seorang pendusta. Kiamat Kubra, kiamat dalam arti kehancuran dan lenyapnya seluruh alam raya ini pasti sangat dahsyat, bagaimana proses penghancuran alam raya ini terjadi. Bumi ini hanya bagian yang sangat kecil di antara semua ciptaan Allah. Bumi ibarat sebutir debu di tengah-tengah bongkahan-bongkahan besar banda-benda angkasa. Allah ﷻ berfirman:
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
"Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat (seguncang-guncangnya),"
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
"dan bumi mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,"
وَقَالَ الْإِنْسٰنُ مَا لَهَا
"dan, manusia bertanya, Apa yang terjadi pada bumi ini?"
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
"Pada hari itu bumi melaporkan (kepada Allah ﷻ) beritanya (semua yang terjadi di atasnya),"
بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحٰى لَهَا
"karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya."
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمٰلَهُمْ
"Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya berhamburan (tidak jelas arah), untuk diperlihatkan
kepada mereka (balasan) semua perbuatannya."
Q.S. Az-Zalzalah (99) : Ayat 1-6
Allah ﷻ berfirman:
إِذَا السَّمَآءُ انْشَقَّتْ
"Apabila langit terbelah,"
وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ
"dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh,"
وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ
"dan apabila bumi dihancurkan,"
وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ
"dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,"
وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ
"dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh. Q.S. Al-Insyiqaq (84): Ayat 1-5."
Allah ﷻ berfirman:
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
"Apabila matahari digulung,"
وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ
"dan apabila bintang-bintang berjatuhan,"
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ
"dan apabila gunung-gunung dihancurkan,"
وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ
"dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),"
وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ
"dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan"
وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ
"dan apabila lautan dipanaskan,"
وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ
"dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),"
وَإِذَا الْمَوْءُۥدَةُ سُئِلَتْ
"dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,"
بِأَىِّ ذَنۢبٍ قُتِلَتْ
"karena dosa apa dia dibunuh?"
وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ
"Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,"
وَإِذَا السَّمَآءُ كُشِطَتْ
"dan apabila langit dilenyapkan,"
وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ
"dan apabila Neraka Jahim dinyalakan,"
وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ
"dan apabila surga didekatkan,"
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ أَحْضَرَتْ
"setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya." Q.S. At-Takwir (81) : Ayat 1-14
Adapun tentang waktu terjadinya kiamat kubra hanya Allah yang tahu. Ilmu tentang hal tersebut hanya ada pada Allah dan Ia tidak membukanya kepada siapapun. Allah ﷻ berfirman:
يَسْئَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسٰىهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْئَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, Kapan terjadi? Katakanlah, Sesungguhnya
pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan
waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit
dan di bumi, tidak akan datang kepadamu, kecuali secara tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu
seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari
Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." Q.S. Al-A'raf (7) : Ayat 187
Pada ayat berikut pun Allah ﷻ menerangkan bahwa kiamat itu akan terjadi secara tiba-tiba, artinya
tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأْتِيَهُم بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَآءَ أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَآءَتْهُمْ ذِكْرَىٰهُمْ
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang? Q.S. Muhammad (47) : ayat 18
Ayat ini menyebutkan bahwa tanda-tanda kiamat itu sudah datang. Yang dimaksud tanda-tanda kiamat itu
adalah bahwa banyak hal yang rusak, hancur, dan hilang. Sesuatu yang asalnya ada kemudian rusak,
hancur, dan hilang itu adalah kiamat. Banyak hal di bumi ini yang sudah mengalaminya. Hal tersebut
adalah pertanda bahwa alam raya ini pun akan hancur dan hilang.
Pada hadis berikut, Rasulullah ﷺ menyebutkan beberapa ciri-ciri kiamat.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَّةُ هُوَ؟ قَالَ: الْقَتْلُ الْقَتْلُ.
Dari Abu Hurairah ia berkata, "Nabi ﷺ bersabda,"Waktu berjalan dengan cepat, ilmu (agama Islam) berkurang, banyak terjadi kerusakan, kebakhilan merajalela, dan banyak (mudah)-nya Al haraj -yaitu pembunuhan." H.R. Albukhari, no. 978
Yang dimaksud oleh Rasulullah ﷺ adalah kehancuran umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya. Dari semua tanda yang disebutkan itu, satu sama lain saling berkaitan, dan tidak bisa dipisahkan. Sumber dari semuanya itu adalah hilangnya ilmu yang diturunkan oleh Allah yaitu ilmu agama Islam. Dengan hilangnya ilmu tersebut maka segala keburukan pasti terjadi. Tanpa ilmu pasti menyimpang dan salah. Setelah hilangnya ilmu, semua yang disebutkan Rasulullah ﷺ pada hadis di atas pasti terjadi. Hacurlah manusia jika hidup mereka tanpa dilandasi ilmu tersebut. Ilmu yang Allah turunkan untuk seluruh manusia melalui Nabi ﷺ akan diambil atau direnggut kembali oleh Allah. Ternyata inilah yang menjadi penyebabnya. Allah mengambil kembali ilmu yang diberikan kepada manusia bukan dengan cara merenggutnya sekaligus
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنهما قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.
Dari Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash radhiyallahu anhuma, ia berkata,"Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,'Sesungguhnya Allah tidak merenggut ilmu secara sekaligus dari manusia, akan tetapi Allah mengambil ilmu dengan cara mewafatkan para ulama, hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan menjadikan panutan/figur dari kalangan orang-orang bodoh. Ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan." H.R. Muttafaq alaih (Albukhari, no. 98 & Muslim, no. 4828)
Allah mengambil kembali ilmu yang diturunkan-Nya itu karena ilmu tersebut disepelekan dan diabaikan
oleh manusia. Manusia merasa tidak perlu dengan ilmu tersebut. Mereka merasa tidak butuh kepada ilmu
dari Allah. Mereka merasa bisa hidup dengan mengandalkan kemampuan sendiri. Dengan kebodohan
dirinya, maka kiamatlah mereka, dengan tanda-tanda yang disebutkan pada hadis di atas.
Secara eksplisit Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa panutan/figur dari umat ini adalah orang-orang yang
bodoh tentang agama Islam. Bukan Alquran dan hadis yang hilang, bukan juga karena ketiadaan orang
yang menggelutinya, tapi karena kebodohan mereka dalam memahaminya.
Sampai saat ini tidaklah kurang orang yang menggeluti ilmu agama Islam, mungkin jumlahnya ribuan
orang bahkan labih. Para ulama terdahulu sudah membuat perangkat ilmu alat untuk digunakan dalam
memahami ilmu agama Islam. Kebodohan di sini karena sama sekali tidak mempelajari atau kurang dalam
memahami dan menggunakan ilmu alat tersebut. Ini adalah salah satu penyebabnya. Mustahil ilmu Allah
bisa dipahami hanya hanya dengan menggunakan akal manusia yang kapasitasnya amat sangat rendah.
Tanpa ilmu alat maka dipastikan salah, menyimpang, bahkan sesat.
Rahmat dan ilmu milik Allah itu tanpa batas dan meliputi seluruh..
Read more..
Allah ﷻ menuangkan ilmu-Nya yang tanpa batas dalam Alquran. Ilmu Allah..
Read more..
Allah itu maha rahman maha rahim. Pemilik dan pemberi karunia, kenikmatan, dan ..
Read more..
Salah satu ciri kenabian Rasulullah adalah bisa menerangkan apa..
Read more..
Orang-orang kafir di zaman Rasulullah sering mengejek..
Read more..Rasulullah membangun, membentuk, dan mencetak manusia dari manusia-manusia..
Read more..(Hadits) Dari Anas Bin Malik radhiyallahu anhu..
Read more..