Penulis:
Ust. Fahmi Hadi Shalehuddin
11 Maret, 2025
Rasulullah ﷺ membangun, membentuk, dan mencetak manusia
dari manusia-manusia jahiliyyah menjadi manusia-manusia yang utama dan terbaik sepanjang sejarah,
bahkan sepuluh orang di antara mereka dipastikan masuk surga tanpa hisab. Mereka berubah dari hidup
dalam kegelapan menjadi terang, dari bodoh menjadi berilmu, dari aqidah yang kotor menjadi bersih,
dan kesesatan menjadi hidup dalam petunjuk yang lurus. Allah swt. berfirman:
هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul dari kalangan mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Q.S. Al-Jumu'ah (62) : 2
Seiring bergulirnya waktu, manusia berganti gererasi, satu generasi manusia datang menggantikan generasi sebelumnya. Ternyata semakin jauh manusia yang hidup dari zaman Rasulullah ﷺ kualitas mereka bukan lebih baik, tapi sebaliknya. Kualitas manusia itu menurun dan terus memburuk, memburuk, dan semakin memburuk. Bagi orang yang tetap berpegang teguh dan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ akan terasa berat, karena berada di tengah-tengah manusia yang kualitasnya rendah. Kualitas rendah mereka itu karena mereka tidak lagi berpegang kepada ajaran Islam. Orang yang berpegang teguh dan hidup dengan menjalankan Sunah Rasulullah ﷺ akan menjadi orang yang berbeda dengan manusia pada umumnya, karena ia orang dengan kualitas super berada ditengah orang-orang dengan kualitas rendah. Dengan demikian situasinya terbalik dengan yang dialami oleh para sahabat, mereka itu berasal dari jahiliyyah menjadi manusia yang memiliki keimanan yang sempurna, mereka ini manusia-manusia dengan kualitas super.
عَنْ مِرْدَاسٍ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: يَذْهَبُ الصَّالِحُونَ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ وَيَبْقَى حُفَالَةٌ كَحُفَالَةِ الشَّعِيرِ أَوْ التَّمْرِ لَا يُبَالِيهِمْ اللَّهُ بَالَةً.
Dari Mirdas Al Aslami dia berkata,"Nabi ﷺ bersabda,'Orang-orang saleh akan pergi (wafat) satu demi satu, hingga yang tersisa adalah orang-orang yang kualitasnya seperti ampas gandum atau kurma (sampah), dan Allah tidak memperdulikan mereka." H.R. Albukhari, no. 5954 & AdDarimi, no. 2603
Hadis di atas menerangkan bahwa yang menjadi penyebab terciptanya manusia-manusia sampah adalah diwafatkannya orang-orang saleh, diwafatkannya orang-orang yang berilmu, mengamalkannya, dan ikhlas dalam menyebarkannya, serta memperjuangkan dan menegakan ajaran Islam berdasarkan Alquran dan Sunnah Rasulullah ﷺ. Pantaslah kiranya jika muncul satu statement bahwa "ulama itu makhluk langka". Jika seorang ulama meninggal entah kapan penerusnya itu akan muncul. Dengan ketiadaan ulama itu manusia kehilangan ilmu agama, dan ketiadaan ilmu agama itu adalah jahil (bodoh). Maka tidaklah salah jika disebut "manusia kembali menjadi jahiliyyah"
Rahmat dan ilmu milik Allah itu tanpa batas dan meliputi seluruh..
Read more..
Allah ﷻ menuangkan ilmu-Nya yang tanpa batas dalam Alquran. Ilmu Allah..
Read more..
Allah itu maha rahman maha rahim. Pemilik dan pemberi karunia, kenikmatan, dan ..
Read more..
Salah satu ciri kenabian Rasulullah adalah bisa menerangkan apa..
Read more..
Orang-orang kafir di zaman Rasulullah sering mengejek..
Read more..Rasulullah membangun, membentuk, dan mencetak manusia dari manusia-manusia..
Read more..(Hadits) Dari Anas Bin Malik radhiyallahu anhu..
Read more..