Ust. Fahmi Hadi Shalehuddin
15 Maret, 2025
Islam telah terbukti berhasil membangun manusia jahiliyyah (gelap dan bodoh) menjadi orang berpikiran maju bahkan amat sangat maju, yaitu berpikiran jauh ke depan, bukan hanya untuk kehidupan dunia tapi sampai ke kehidupan akhirat. Dengan berpegang teguh kepada Alquran dan Assunnah, yang berarti mengamalkannya dengan bersungguh-sungguh, maksimal dan konsisten, kehidupan para sahabat itu dalam waktu sekejap saja berubah total, jauh menjadi lebih maju dibanding dengan kehidupan mereka di masa jahiliyyah, baik dari segi sosial, ekonomi, dan lain-lain. Misalnya ketika pelaksanaan qurban yg pertama Rasulullah ﷺ melarang yang berqurban mengambil bagian dari qurbannya, hal ini karena yg berqurban masih sangat sedikit sedangkan yang menerima daging qurban sangat banyak. Pada tahun berikutnya Rasulullah ﷺ membolehkan yang berqurban mengambil bagian tapi jangan sampai setelah tiga hari dagingnya masih tersisa artinya boleh mengambil tapi sedikit. Pada tahun berikutnya Rasulullah ﷺ tidak menetapkan apapun tentang pembagian daging qurban. Ini menunjukkan kemajuan ekonomi yang luar biasa pesat! Adapun kemajuan dalam iptek, ini bukan kemajuan yang hakiki, karena hal itu akan berkembang dengan sendirinya meskipun tanpa ada wahyu yang diturunkan Allah. zaman Rasulullah ﷺ tentu lebih modern dibanding dengan zaman nabi-nabi sebelumnya. Hari ini tentu lebih modern dibanding dengan kehidupan di zaman Rasulullah ﷺ Alquran adalah sumber ilmu, karena Alquran itu kalam (ucapan) Allah yg ilmunya tidak terbatas. Dengan Alquran inilah Rasulullah ﷺ membangun manusia jahiliyyah menjadi manusia yang maju. Inilah yang semestinya menjadi sumber ilmu kaum muslimin, selai itu Alquran itu adalah kitab suci mereka yang wajib dijalankan di segala aspek dalam kehidupan sehari-hari. Hudzaifah Alyamani radhiyallahu anhu adalah seorang sahabat yang dikenal tempat menyimpan rahasia Rasulullah ﷺ. Ia banyak mengetahui hadis-hadis yg berkaitan dengan nasib Islam dan kaum muslimin sepeninggal Rasulullah ﷺ
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: يَا مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ اسْتَقِيمُوا فَقَدْ سَبَقْتُمْ سَبْقًا بَعِيدًا فَإِنْ أَخَذْتُمْ يَمِينًا وَشِمَالًا لَقَدْ ضَلَلْتُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا
Dari Hudzaifah radhiyallahu anhu, ia berkata,"Wahai penduduk negeri (kaum muslimin) istiqamahlah (dalam berpegang teguh kpd ajaran Islam)! Sungguh, kalian itu telah berada di barisan paling depan (paling maju). Jika kalian ambil dari kiri kanan (luar Islam) sungguh kalian itu telah tersesat dengan kesesatan yang jauh! H.R. Albukhari, no.6739
Umat Islam itu telah menjadi umat yang paling maju dengan sumber ilmunya yaitu Alquran. Banyak penemu dan pelopor iptek berasal dari kaum muslimin. Tapi yang terjadi kemudian adalah umat Islam itu menjadi umat yg terbelakang dan selalu dikalahkan oleh umat yang lain dalam banyak hal. Jika umat Islam itu meninggalkan ajaran agamanya sendiri dan bisanya hanya meniru-niru, hanya ikut-ikutan, mana mungkin berada di barisan paling depan?! karena yang mengikuti itu pasti di belakang! Disadari atau tidak, umat Islam sekarang ini telah banyak yang merasa maju padahal tidak berpegang kepada Alquran, tidak lagi memperhatikan apakah amal-amal mereka itu sesuai atau tidak dengan Alquran dan Assunnah. Dan yang paling parah adalah umat Islam sudah ikut-ikutan dan terlibat dalam keagamaan agama lain dengan alasan toleransi dan kebersamaan. Padahal, jika tidak sesuai dengan Alquran dan Assunnah bukanlah kemajuan, tapi kemunduran yang teramat jauh karena pasti akan kembali menjadi jahiliyyah meskipun hidup di abad modern. Dan siapapun yang tidak berpegang kepada Alquran dan Assunah, itulah yang dimaksud dengan orang yang tercerai-berai di dalam surat Ali 'Imran ayat 103.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوٰنًا وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk."
Rahmat dan ilmu milik Allah itu tanpa batas dan meliputi seluruh..
Read more..
Allah ﷻ menuangkan ilmu-Nya yang tanpa batas dalam Alquran. Ilmu Allah..
Read more..
Allah itu maha rahman maha rahim. Pemilik dan pemberi karunia, kenikmatan, dan ..
Read more..
Salah satu ciri kenabian Rasulullah adalah bisa menerangkan apa..
Read more..
Orang-orang kafir di zaman Rasulullah sering mengejek..
Read more..Rasulullah membangun, membentuk, dan mencetak manusia dari manusia-manusia..
Read more..(Hadits) Dari Anas Bin Malik radhiyallahu anhu..
Read more..